Dilansir oleh kantor berita ABNA mengutip Al-Masirah, kantor berita Reuters dalam sebuah laporan menulis bahwa perang tersebut menunjukkan keterbatasan kekuatan AS dan tingkat ketahanan Iran.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa negara-negara Arab di kawasan Teluk ditinggalkan sendirian dalam menghadapi dampak perang melawan Iran.
Al-Masirah juga melaporkan mengutip sumber-sumber Teluk bahwa kesepakatan antara Iran dan AS secara praktis telah memulai proses pembentukan kembali pemikiran strategis negara-negara Teluk, yang pada akhirnya akan mengurangi kepercayaan terhadap dukungan AS.
Mereka menyatakan bahwa kesepakatan tersebut memperkokoh posisi Iran sebagai kekuatan regional permanen dan mempercepat jalur menuju kesepakatan daripada konfrontasi.
Your Comment